Sawah

Saya pernah berpikir, mungkin seratus tahun yang akan datang sawah-sawah di kampungku sudah menjadi semacam barang langka, hampir sama langkanya dengan orang yang mau menggarap sawah hari ini. Jika ditanya kepada anak-anak , sekalipun masih dikategorikan balita, mereka akan lebih senang memihak untuk menjadi pengusaha, penguasa, pilot , dokter dan profesional-profesional lain yang mebih menjanjikan di masa depan tinimbang harus memilih menjadi petani atau penggarap sawah.

Selama ini orang bisa jadi berpikiran , masa depan sawah dinilai kurang menjanjikan. Lihat saja sekeliling kita, sekarang ini orang-orang sibuk menghabiskan lahan pesawahan demi dijadikan perumahan, real estate juga pusat-pusat perkantoran dan pertokoan. Yup.. alasannya sederhana, prospek selain sawah lebih menjanjikan. Dan dalam hal ini, saya tidak akan berat sebelah dalam memandang fenomena sosial seperti ini. Sah-sah sajalah orang berbuat ini itu pada tanahnya, toh itu hak pribadi, hanya saja coba dong pikirkan… apa jadinya jika sepuluh tahun ke depan saja di negeri ini sawah-sawah sudah menjadi padang-padang golf atau bangunan-bangunan bertingkat?

Siapa pun dia, pasti selalu merindukan masa lalu. Anda sudah dipastikan sama dengan saya, metika kecil berlari-lari di sepanjang pematang, atau ya sesekali di musim tanam tiba anda bersama teman-teman sebaya mandi lumpur di sawah, bahkan masih ingatkan… dulu anda biasa bersepakbola ria bersama anak-anak lainnya di atas sawah kering. Dan yang paling mengesankan adalah… saya bersama beberapa teman biasa menggali tanah sawah yang kering karena kemarau, di sore hari musim panas di celah-celah tanah kering itu Anda akan menemukan beberapa binatang kecil, Jengkrik!! Ya kami ketika kecil selalu mengadu jengkrik… taruhannya kecil, hanya seekor Jengkrik lagi…

Mari kita lihat sepuluh tahun ke depan. Potret hari ini bisa menjadi ada kaitannya dengan masa depan. Maukah di masa depan anak-anak kita tidak tahu lagi bahwa di bawah jalan aspal dan bangunan-bangunan atau mall-mallĀ  tenpat anak-anak kita di masa depan bermain itu dulunya adalah hamparan pesawahan? mau kah anda melihat si Sarwo dan si Bejo bingung ketika sedang belajar biologi ada hewan bernama jengkrik. Nah , maka dari itu..saya sering berharap.. mudah-mudahan ada di antara pengusaha, penguasa dan siapa pun anda mau memikirkan ini sebentar saja….

Leave a Reply