Ada semacam anggapan, paradigma pembangunan kita kali ini menitikberatkan pada partisipasi masyarakat. Gagasan-gagasan yang muncul harus berbasis pada permasalahan yang bisa diselesaikan oleh masyarakat. Kekaburan makna pembangunan khususnya pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu penyebab pentingnya pemberdayaan harus melibatkan masyarakat secara utuh. Paradigma pembangunan masa lalu memang tidak melulu ditafsirkan jelek, hanya saja masih menjamah sebagian kecil saja masyarakat. Sementara masyarakat yang terabaikan baik secara langsung dalam proyek pembangunan juga partisipasi mereka dalam merencanakan pembangunan kurang tersentuh.
Paradigma pembangunan kekinian jelas harus melibatkan aktor atau subyek pembangunan itu sendiri, dalam hal ini tentu saja masyarakat. Intinya, hanya mereka yang tahu permasalahan yang mereka hadapi dan hanya mereka yang akan mampu menjawab masalah itu.
LPM Kelurahan Sudajayahilir, mulai melangkah untuk memberdayakan masyarakat. Meskipun para pengurus LPM ini belum dilantik secara definitif, namun telah ada semacam harapan-harapan untuk merealisasikan proses pemberdayaan masyarakat, yaitu ingin mendirikan Koperasi Pemberdayaan Masyarakat. Peta masalah yang muncul selama satu dekade ini adalah, banyaknya para ibu rumah tangga yang terlilit utang kepada rentenirlah yang menjadi latar belakang pendirian Koperasi Pemberdayaan Masyarakat ini.
Harapan memang selalu ditunda di depan kita. Entah itu akan berhasil atau tidak. Yang jelas, pendirian Koperasi Pemberdayaan masyarakat ini bisa dikatakan sebagai satu langkah baik menuju masyarakat yang berdaya. Ada keinginan setelah itu, terutama, secara finansial, khususnya masyarakat yang ada di Kelurahan Sudajayahilir eskalasinya bisa naik beberapa persen dibandingkan dengan kondisi real di masyarakat saat ini. Sebab bagaimana pun, finansial inilah yang menjadi tulang punggung hidupnya sebuah masyarakat. Finansial bobrok, lemah, dengan kata lain miskin, akan melahirkan masyarakat bermental pengemis, dan muaranya akan memperlambat proses pembangunan serta kemajuan Kota ini. Bukankah saat ini kita masih sering mendengar ucapan: ” Ah, engke oge aya deui bantuan ti pamarentah *)” dari masyarakat? Dan hanya Allah lah Yang Maha Tahu
*) Ah, nanti juga ada lagi bantuan dari Pemerintah
Sudajayahilir, 09 Juni 2008
Filed under: Uncategorized












