Laporan Keuangan UPK Januari 2010

2010 January 25
by warsa

Laporan Keuangan Unit Pengelola Keuangan ( UPK ) Menuju Sejahtera Bulan Januari 2010

Buku Kas Januari 2010

Catatan Uang Masuk

Catatan Uang Keluar

Pendapatan Biaya

Laporan Laba Rugi

Buku Besar Neraca Saldo

Neraca

Buku Bank

Kolektibilitas

Tunggakan Pinjaman Bergulir

Pembuku, Unit Pengelola Keuangan Menuju Sejahtera 2010

Laporan Keuangan UPK

2010 January 21
by warsa

Laporan Keuangan Unit Pengelola Keuangan ( UPK ) BKM Menuju Sejahtera Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

  • A. PENDAHULUAN

PROGRAM Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM) Mandiri Perkotaan merupakan salah satu program Nasional dimana memiliki tujuan utama ingin menghidupkan kembali nilai-nilai luhur di masyarakat yang saat ini telah dan hampir hilang. Tentu ada upaya dan proses yang dilakukan untuk sampai kepada keberhasilan dan tujuan tersebut. Sebab, hilangnya nilai-nilai luhur bangsa seperti; kejujuran, rasa tanggungjawab, dan sikap fair tentu saja disebabkan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor kekinian/ kontemporer.

Masalah mentalitas perlu disikapi dengan jawaban mentalitas pula. Maka, PNPM pada dasarnya merupakan sebuah upaya ke arah sana. Aspek terkecil yang disentuh oleh PNPM adalah mengenai kelemahan dan keruntuhan ekonomi kerakyatan saat ini. PNPM hendak menghidupkan kembali tumbuhnya ekonomi kerakyatan di tengah besarnya arus gelombang ekonomi kapitalis dan monopoli kaum pemilik modal yang menguasai sentral-sentral strategis perkonomian negara ini. Ya, bisa dikatakan, PNPM hanya merupakan langkah dari orang-orang utopis, usaha dari orang-orang kecil untuk melawan hegemoni kekuasaan ekonomi kapitalistik.

  • B. UNIT PENGELOLA KEUANGAN MENUJU SEJAHTERA

UPK Menuju sejahtera merupakan salah satu bagian dari UP di dalam BKM Menuju sejahtera yang berkedudukan di Jl. Widyakrama Balandongan Kelurahan sudajayahilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi. Sejak Bulan Januari 2009, UPK menuju sejahtera telah menerima bantuan pinjaman bergulir PNPM sebagai moda awal untuk digulirkan kepada masyarakat dengan nominal uang sebesar Rp. 40.950.000,00. Sejak saat itu pula, sejak Bulan Januari 2009, UPK telah menggulirkan pinjaman lunak dengan suku jasa 1,5% Kepada 16 Kelompok Swadaya Masyarakat di bidang ekonomi.

Seiring perjalanan waktu, tentu saja dengan permasalahan-permasalahan di lapangan yang dihadapi oleh UPK, pada tiga bulan selanjutnya, UPK telah menggulirkan pinjaman kepada 11 Kelompok Swadaya masyarakat di Kelurahan Sudajayahilir ini, sehingga pada bulan maret hingga September jumlah sleuruh KSM yang menerima pinjaman bergulir ini sejumlah 27 KSM.

Di akhir tahun, sebelum melakukan tutup buku, UPK Menuju Sejahtera telah memberikan pinjaman tahap ke dua kepada masyarakat dengan menggunakan suku jasa menurun, skema tentang kasa menurun ini bisa dilihat pada diagram di bawah ini:

Skema Jasa Menurun ( Silahkan Klik )

  • C. LAPORAN KEUANGAN UPK TAHUN 2009

1.  Buku Kas

Buku Kas Bulan Juli 2009, Buku Kas Bulan Agustus 2009 , Buku Kas September 2009, Buku Kas Bulan Oktober 2009 , Buku Kas November 2009 , Buku Kas Bulan Desember 2009

2. Pendapatan dan Biaya

Juli , Agustus , September , Oktober, November, Desember

3. Buku Besar Neraca Saldo

Juli , Agustus , September , Oktober , November , Desember

4. Neraca

Juli , Agustus , September , Oktober , November , Desember

5. Kolektibilitas

Juli , Agustus , September , Oktober, November , Desember

  • D. TUTUP BUKU

DI BAWAH ini kami lampirkan tabel tutup buku Tahun 2009

Silahkan Klik Disini

  • E. KESIMPULAN

DEMIKIAN Laporan Singkat ini dibuat sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan media pemberlajaran kepada masyarakat ini dipublikasikan. Besar harapan kami agar Laporan ini bisa menjadi bahan permenungan- terutama dari pemerintah untuk melihat secara langsung ke kelompok akar rumput dengan mengedepankan semangat dan perbaikan mentalitas untuk menjadikan ekonomi berbasis rakyat dan kerakyatan sebagai pedoman dan landasan berpijak ekonomi kita. Selebihnya Hanya Allah Yang Maha Tahu

Racun…

2010 January 20
tags:
by warsa

Pemerintah mengeluarkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ), bahkan beberapa bulan ke belakang sempat dijadikan dagangan politik, dan ini laku keras di masyarakat. Dengan menafikan satu sisi lemah
ya, kami menilai programs ini ibarat obat bagi masyarakat.

Namun pada saat yang bersamaan, pemerintah lokal pun mengucurkan dana-dana lain kepada masyarakat yang di kelola langsung oleh orang-orang yang dekat dengan pemerintah lokal semisal kelurahan. Kami menyebutnya sebagai racun. Kenapa? Satu hal.. aturan yang dibuat seperti harus adanya akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat masih jauh, kalau mau membandingkan dengan PNPM, silahkan!

Kelurahan Siaga

2010 January 18
by warsa

Jika ditanya tentang kelurahan siaga, apa manfaatnya bagi masyarakat? Dan tentu saja dampak terkecil apa yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada dasarnya, setiap program pemerintah memiliki satu tujuan utama, ingin mensejahterakan warganya sebagaimana tertuang dalam amanat UUD’45. Begitu juga dengan tujuan utama kelurahan siaga ingin mensEjahterakan masyarakat di bidang kesehatan.

Maka, setiap programs pemerintah digulirkan yang muncul adalah keharusan melibatkan anggaran dari pemerintah sekaligus menggali swadaya masyarakat. Nah karena bangsa kita ini kurang menyukai maka dibuatlah jalan pintas untuk mencapai tujuan tersebut…Dan Saya yakin, Kelurahan Siaga bukan sekedar lembaga yang haus pujian, kecuali dari itu, dia adalah sebuah proses panjang, perjalanan, tanpa akhir..

Khitanan Massal

2010 January 15
tags:
by warsa

Hari ini, Yayasan Al-istiqomah di RW 05 Kelurahan Sudajayahilir menyelenggarakan acara khitanan massal. Acara ini disponsori oleh Toko Mas Family dan Rumah SakIt Asy-syifa. Dalam acara yang diselenggarakan setiap bulan Muharram ini merupakan acara tahunan Yayasan Al-istiqomah.

Sehari sebelumnya, di lapang mesjid Al-iatiqomah Balandongan diselenggarakan prosesi peresmian pembangunan pondok pesantren putera yang diisi dengan pengajian sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. ( Kang Warsa )